BANJIR MELANDA WILAYAH PANTURA JAWA TENGAH-PEMALANG, PEKALONGAN, BATANG TERDAMPAK || HES NEWS

 


Pemalang / Pekalongan / Batang - Curah hujan tinggi yang terjadi dalam beberapa hari terakhir menyebabkan banjir di sejumlah wilayah Pantura Jawa Tengah, khususnya di Kabupaten Pemalang, Kota dan Kabupaten Pekalongan, serta Kabupaten Batang. Bencana ini mengakibatkan ribuan warga terdampak dan aktivitas masyarakat terganggu.

 

1.      Kabupaten Pemalang

Di Kabupaten Pemalang, banjir terutama disebabkan oleh meluapnya Sungai Comal akibat hujan deras berkepanjangan. Luapan air ini merendam beberapa desa di hilir sungai dengan ketinggian air yang mencapai sekitar 50 cm hingga lebih dari 1 meter di titik-titik tertentu. Beberapa wilayah yang terkena dampaknya yaitu:

  • Desa Klegen dan Desa Kebojongan di Kecamatan Comal hingga hampir seluruh bagian di daerah Comal - banyak rumah warga tergolong parah terendam.
  • Desa Mojo di Kecamatan Ulujami - juga turut tergenang banjir; akses jalan desa bahkan tertutup air.
  • Dusun Sidomulyo, Desa Pesantren, Ulujami - dilaporkan sebagai salah satu titik dengan dampak paling serius.

Kondisi ini membuat aktivitas warga lumpuh dan memaksa beberapa evakuasi serta penanganan darurat oleh aparat setempat.

 


2.      Kota dan Kabupaten Pekalongan

Di Kota dan Kabupaten Pekalongan, banjir terjadi karena kombinasi limpasan sungai (terutama Sungai Bremi), sistem drainase yang tidak mampu, dan topografi wilayah yang rendah. Banjir terjadi karena kombinasi limpasan sungai (terutama Sungai Bremi), sistem drainase yang tidak mampu, dan topografi wilayah yang rendah.  Wilayah yang terdampak yaitu Kecamatan Pekalongan Barat dan sebagian Pekalongan Timur  termasuk area yang parah terendam. Beberapa kelurahan / rute jalan kota seperti

  • Tirto (ketinggian banjir bahkan mencapai ±1 meter)
  • Jalan Progo, Kurinci, Majapahit, Semarang, Surabaya, Patiunus, Sampangan dan sekitar area Kampung Baru  tercatat ikut dilanda genangan air.

Akibatnya ribuan rumah warga terendam, dengan total 8.692 kepala keluarga (KK) terdampak, dan ±2.400 orang mengungsi. Pemerintah menetapkan status tanggap darurat bencana serta melakukan evakuasi dan pengungsian warga.

 

3.      Kabupaten Batang

Di Kabupaten Batang, banjir tidak hanya berupa genangan saja, tetapi juga disertai tanah longsor di daerah perbukitan akibat hujan ekstrem yang terjadi sejak Jumat petang (16/1). Wilayah-wilayah yang terdampak banjir dan longsor:

  • Banjir di 9 wilayah: Kelurahan Karangasem Utara, Kasepuhan, Watesalit, Proyonanggan Tengah, Desa Klidang Lor, Denasri Kulon, Kalipucang Wetan, Kalipucang Kulon, dan Kalisalak.
  • Longsor terjadi di 4 lokasi: Desa Tombo (Kecamatan Bandar), Desa Reban (Kecamatan Reban), Desa Kecepak (Kecamatan Batang), Desa Wonobodro (Kecamatan Blado).

Akibatnya sekitar 12.784 warga terpaksa mengungsi di berbagai titik aman, dengan sebagian bahkan mendapatkan pengungsian di tempat seperti Masjid Al-Ikhlas RW 05.

Menanggapi kondisi tersebut, Himpunan Mahasiswa Program Studi Hukum Ekonomi Syariah (HMPS HES) UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan menyampaikan keprihatinan atas musibah yang menimpa masyarakat di wilayah Pantura Jawa Tengah. HMPS HES mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya civitas akademika UIN Gusdur Pekalongan, untuk meningkatkan kepedulian dan solidaritas terhadap para korban banjir.

Selain itu, HMPS HES juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi bencana susulan, mengingat kondisi cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi. Diharapkan, sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan berbagai elemen lainnya dapat mempercepat proses pemulihan pascabencana.



Penulis : Sulaiman Ramadhani


Info selengkapnya di official account HMPS HES 2026

========================================

Instagram : hmpshes.uingusdur

Facebook: HMPS HES UIN GUSDUR

Youtube: HMPS HES UIN GUSDUR

Website: hmpshesuingusdur.blogspot.com 

Lebih baru Lebih lama